Senin, 29 Agustus 2011

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H


Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar Beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari Anyaman Daun Kelapa yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Idul Fitri/Lebaran ketika umat Islam merayakan berakhirnya Ramadhan.

Ketupat dalam berbagai bahasa :
Bahasa Bali : Tipat
Bahasa Banjar : katupat
Bahasa Betawi : tupat
Bahasa Cebu : puso
Bahasa Filipino : bugnoy
Bahasa Jawa : kupat
Bahasa Kapampangan : patupat
Bahasa Makassar : burasa
Bahasa Indonesia : ketupat
Bahasa Sunda : kupat
Bahasa Tausug : ta’mu

Selasa, 16 Agustus 2011

8 kebohongan Ibu untuk Kita.

Tepat tanggal 21 Agustus 2011 atau 21 Ramadhan 1432 H adalah haul orang tua kami. Tulisan ini saya cuplik dari sebuah webblog. Terima kasih atas inspirasinya.

1. Cerita ini dimulai ketika aku masih kecil, saya terlahir sebagai anak lelaki dari sebuah keluarga miskin. Yang terkadang untuk makan pun kita sering kekurangan. Kapanpun ketika waktu makan, ibu selalu memberikan bagian nasi nya untuk saya. Ketika beliau mulai memindahkan isi mangkuknya ke mangkuk saya, dia selalu berkata "Makanlah nasi ini anak ku. Aku tidak lapar".
Ini adalah kebohongan Ibu yang pertama.

2. Ketika aku mulai tumbuh dewasa, dengan tekun nya ibu menggunakan waktu luangnya untuk memancing di sungai dekat rumah kami, dia berharap jika dia mendapatkan ikan, dia dapat memberikan aku sedikit makanan yang bergizi untuk pertumbuhan ku. Setelah memancing, dia akan memasak ikan tersebut menjadi sup ikan segar yang meningkatkan selera makan ku. Ketika aku memakan ikan tersebut, ibu akan duduk disebelah ku dan memakan daging sisa ikan tersebut, yang masih menempel pada tulang ikan yang telah aku makan. Hatiku tersentuh sewaktu melihat hal tersebut, aku menggunakan sumpitku dan memberikan potongan ikan yang lain kepadanya. Tetapi dia langsung menolaknya dengan segera dan mengatakan " Makanlah ikan itu nak, aku tidak seberapa menyukai ikan"
Itu adalah kebohongan ibu yang ke dua